blog post

saudara seiman, orang yang cerdas adalah yang berbekal dari dunia-nya untuk akhirat, dia tidak menjual akhiratnya untuk urusan dunia sedikit pun. manusia pasti akan mati, namun kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal menuju kehidupan hakiki. pada akhirnya di hari kiamat manusia akan terbagi menjadi dua: sebagian menuju surga, dan ebagian yang lain menuju neraka. tidak ada kampung lagi selain keduanya di akhirat nanti. maka lihatlah diri kita, wahai saudaraku! pilihan mana yang kita pilih untuk di akhirat nanti...?

sudah menjadi keputusan bersama, surga adalah tempat yang diimpikan oleh setiap insan semenjak tinggal dibumi. karena surga satu-satunya tempat peristirahatan manusia dan melupakan segala kecemasan, kelelahan serta problem kehidupan dunia. di dalam surga ada kenikmatan-kenikmatan yang tak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga juga tidak pernah terdengar oleh telinga juga tidak pernah terpikirkan oleh hati manusia di bumi.

berbincang tentang surga membuat hati hidup, mendorong hati tergerak berlomba-lomba untuk meraihnya, menjaikan jiwa rindu untuk mendapatkannya dan menaikan semangat dalam rangka mencari derajat tertingi di surga allah. sebaliknya, melupakan surga melupakan surga membuat hati mati dan penuh kecemasan.

namun muncul sebuah pertanyaan, untuk siapa pintu-pintu surga di buka? siapakah manusia yang beruntung mendapatkan surga dan segala nikmat di dalamnya? jawabnya, merekalah orang yang beruntung mendapatkan surga dan segala nikmat didalamnya? jawabnya, merekalah orang yang bertakwa kepada allah. (Q. az-Zumar : 73)

tafsir ayat:

setelah allah menyebutkan ancaman bagi orang yang melampaui batas di dunia saat mendustakan ayat-Nya dan mengingkari adanya hari pembalasan dengan siksa api jahannam, pada ayat berikutnya allah memberi kabarr gembira bagi orang yang bertakwa dengan adanya nikmat-nikmat surga.

dan untuk orang yang bertakwa di dalam surga ada isti-istri yang memikat jiwa. mereka adalah para gadis remaja yang sintal dadanya karen masih muda, kuat nan cantik. mereka juga sebaya, memiliki umur yang saling berdekatan. dan kebiasaan para gadis yang sebaya mereka rukun dan ramah. pada umur semisal itu para gadis berumur sekitar tiga puluh tiga tahun yang merupakan se baik-baik umur orang muda.

ada juga gelas-gelas dipenuhi minuman-minuman lezat yang memuaskan orang-orang yang minum. di dalamnya mereka juga tidak pernah mendengar perkataan sia-sia yang tidak berfaedah, tidak pula mendengarkan perkataan dusta lagi dosa, sebagaimana allah berfirman:

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًاإِلَّا قِيلًا سَلَامًا سَلَامًا

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (QS. al-Waqi'ah: 25-26)
faedah ayat:
1. wajib menggabungkan antara rasa takut dan berharap

seorang muslim wajib untuk senantiasa menggabungkan dalam dirinya antara perasaan takut dan berharap, sebagaimana banyak kita temui dalam al-qur'an ketika memberikan janji ada pula ancaman. ketika allah menyebut surga maka dia juga menyertakan neraka. disebutkan surga agar seorang hamba selalu berharap dan terdorong untuk mendapatkannya. dan disebut kan neraka agar takut dan mendorong seseorang untuk menjauh dari penyebab masuk kedalam nya. supaya manusia menempuh jalan allah di dunia ini dengan seimbang, yaitu menggabungkan antara takut dan berharap, karena dengan takut saja akan menjadikan seseorang merasa aman dari siksa allah. diceritakan dalam hadits anas bin malik bahwa rasulullah pernah menjenguk seorang pemuda yang sedang sekarat. beliau bertanya kepada pemuda tersebut, "apa yang kau rasakan saat ini?" dia menjawab, "demi allah wahai rasulullah sungguh saat ini aku harapkan rahmat allah dan aku takut siksaan akibat dari dosa-dosaku."

2. keutamaan orang yang bertakwa

takwa akan menjadikan seseorang mendapatkan keutamaan dunia dan akhirat. yang dimaksudkan dengan takwa, adalah seseorang menjadikan sebuah tameng diantara dia dan diantara yang dia takuti dari kemarahan dan murka allah dengan cara menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan-larangan allah.

3. keberuntungan yang hakiki adalah diakhirat

keberuntungan kesuksesan dan kebahagian tidak diukur dengan materi. berpenghasilan yang cukup, memiliki rumah, harta benda, kendaraan, istri dan anak, tidak menjamin seseorang akan beruntung dan bahagia selama hidupnya. mungkin secara akal akan membuat seseorang bahagia, akan tetapi hakikatnya itu meresahkan karena pada asalnya kekayaan dunia adalah fitnah, cobaan dan ujian yang diberikan oleh allah kepada sebagian hambanya. (QS. al-Anfal:  28)

4. makanan dan minuman penduduk surga

penduduk surgaakan mendapatkan makanan dan minuman yang sangat istimewa dan jauh berbeda dengan yang didunia. ketika d dunia haram meminum khamer maka di surga mendapatkan gelas-gelas dipenuhi khamer. begitu juga dengan buah-buahan surga yang beragam. mereka duduk duduk bertelekan di atas dipan-dipan surga sambil meminta buah-buahan tanpa rasa capek.

5. wanita-wanita di surga

apabila orang mukmin masuk surga dan memiliki isti yang shalihah maka akan tetap menjadi istri di sana. mereka akan mendapatkan kenikmatan surga bersama-sama sambil duduk-duduk di bawah naungan surga dengan gembira dan berseri-seri. oleh karena itu, ajaklah istri anda kelaurga dan anak-anak anda untuk bersama-sama meraih surga, untuk bersama-sama meraih surga, untuk menambah kenikmatan kebahagian bersama keluarga disana.

namun keadaan mereka jauh berbeda dengan di dunia. para wanita di surga mereka para gadis sebaya, tak akan tua, tidak haid, tidak pernah meludah, kencing dan buang air besar. mereka suci, bersih dan remaja selamanya.

6. amal shalih sebab memperoleh pahala

pahala yang didapatkan oleh orang yang beramal shalih pada asalnya tidak cukup untuk menembus surga. karena harga surga sangat mahal, tak sepadan dengan amal yang dilakukan oleh manusia. akan tetapi kasih sayang allah dan kemuliaan-Nya terhadap hamba yang beriman, dilipatgandakan olehnya pahala tersebut menjadi berkali-kali lipat dan di balas dengan sebaik-baik balasan sehingga mendapatkan surga allah.  berbeda dengan orang kafir, mereka mendapat balasan yang setimpal karena keadilan allah.

7. segala pemberian berasal dari allah

apa pun kenikmatan yang didapat manusia, pada asalnya dari allah. dialah yang memberi segala sesuatu dan tak ada seorang pun yang mampu menolaknya.

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS. an-Nahl: 53)
wallahu a'lam.
 
 
 
 
Sumber: al mawaddah vol 104 rabi'ul akhir 1438 H
  • Share This Story


Afiyah

Afiyah

Deskripsi Rinci mengani Afiyah

Baca Juga