blog post

 AL-Imam at-Tirmidzi mencantumkan bab ini untuk menjelaskan bahwasanya Rasulullah memiliki baju besi yang dipakai dalam peperangan. Baju besi dengan izin Allah dapat melindungi orang yang berperang dari tebasan pedang atau panah san semisalnya.

    Ibnu Qayyim menyebtukan bahwa Rasulullah memiliki 7 (tujuh) buah baju besi. Salah satunya digadaikan pada seorang pedagang Yahudi untuk membeli 30 sha' gandumm buat keluaarganya yaitu utang selama satu tahun; Rasulullah meninggal dunia, sedang baju besinya tersebut masih tergadai hingga ditebus oleh Abu Bakr ash-Shidiq

    Rasulullah memakai baju besi dalam peperangan, bahkan terkadang dua lapis seperti pada perang Uhud, tatkala beliau melihat dalam mimpi bahwa peperangan dahsyat. Padahal, beliau sebagai sayyidul mutawakkilin tokoh para ahli tawakal ke pada Allah; maka para ulama mengambil faedah darinya bahwa melakukan sebab-sebab yang menjaga dan melindungi dari bahaya dan semisalnya tidak bertentangan dengan tawakal. Bahkan hakikat tawakal adalah terbangun di atas ketergantungan hati kepada Allah dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya dengan melakukan sebab-sebab; hati tidak bergantung kepada sebab, namun pasrah menyerah dan bergantung kepada Allah.

   Hingga datang sebagai orang yang bodoh, tidak memahami makna dan hakikat tawakal. Mereka bertawakal tanpa melakukan sebab karena menyangka bahwa melakukan sebab bertentangan dengan tawakal.Tawakal bagi mereka tidak melakukan apa-apa, tidak berusaha sesuai dengan kemampuan, namun diam,pasif,dan menunggu pertolongan Allah datang tiba - tiba. Ini tawakal nya orang yang lebih bodoh dari pada hewan yang tidak diam menunggu rezekinya dan menghindari ancaman bahaya dan lari darinya. Tawakal menurut jahil tersebut: rezeki datang sendiri tanpa diusahakan, tidak perlu kerja, tunggu saja rahmat Allah turun dari langit; dan tidak perlu menghindari bahaya, nanti Allah yang melindungi. Mereka bodoh tentang tauhid, tidak memiliki ilmu tentang sirah Rasulullah sehingga mereka tidak memahami tawakal yang benar.

   Dari az-Zubair bin al-Awwam berkata::Sesungguhnya Rasulullah pada Perang Uhud memakai dua lapis baju besi, lalu beliau naik di atas sebuah batu, tetapi beliau tidak bisa. Maka beliau menyuruh Thalah duduk di bawahnya untuk tanjakannya hingga beliau dapat berdiri di atas batu  tersebut."Lalu az-Zubair berkata:"Aku mendengar Nabi berkata: 'Thalhah wajib baginya surga."

  Ini baju besi yang Rasulullah peroleh dari rampasan perang dengan Yahudi Bani Qainuqa Beliau memakainya dua lapis, satu di atas yang lain nya, untukk menambah kewaspadaan dalam berlindunng dari bahaya dan hal ini tidak bertentangan dengan tawakal.

 Berkata Ibnu-Qayyim:"Sungguh Rasulullah paling tinggi tawakalnya kepada Allah, dan beliau memakai baju besi ketika perang bahkan pada Perang Uhud beliau memakai dua baju besi dan tersembunyi selama tiga hari di gua tatkala beliau hijrah, namun beliau bertawakal dalam melakukan sebab dan tidak tawakal kepada sebab."

  Rasulullah tidak bisa mendaki batu ada tiga kemungkinan, yaitu: karena batu itu besar tinggi, atau karena beratnya baju besi yang beliau pakai, atau karena musibah yang menimpanya pada perang Uhud.

 Maksud Rasulullah naik di atas batu tinggi ialah agar kaum muslimin baik yang dekat maupun yang jauh dapat melihatnya agar mereka tenang dengan keberadaannya masih hidup dan mereka bergembira dengannya, setelah sebelum nya tersebar berita bahwa kaum musyrikin telah membunuh Muhammad, dan agar para sahabat berkumpul kepadanya sehingga kembali kekuatan mereka dan toko ketahanan mereka dengan persatuan,

   Rasulullah menjanjikan surga bagi Thalhah dan demikian pula az-Zubair yang meriwayatkan kisah ini, semuanya ahli surga termasuk 10 sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga.

  Ternyata 10 sahabat yang diberi kabar masuk surga ini (Khalifah yang Empat, Thalhah, az-Zubair, Abu Ubaidah, Abdurrahman bin 'Auf, Sa'd bin Abi Waqqash, Sa'id bin Zaid) selalu setia bersama Nabi dalam setiap keadaan; kapan saja, dimana saja, dan dalam kondisi apa saja.

Semoga Allah melaknat Rafidhah-musuh Allah dari rasul-Nya yang menjanjikan neraka bagi sahabat, padahal Allah dan rasul-Nya menjanjikan surga.

Sumber: (Al - Furqon Edisi 9 Tahun ke 16  179)

 

 

  • Share This Story


Afiyah

Afiyah

Deskripsi Rinci mengani Afiyah

Baca Juga